Selasa, 19 April 2016

Penyakit Toksoplasma


toksoplasma adalah penyakit yang diakibatkan oleh parasit Toksoplasma gondii, yang dapat ditularkan oleh kucing. Namun tidak hanya kucing yang dapat menjadi penyebab penyebaran penyakit toksoplasma. toksoplasma dapat menyerang semua jenis hewan, termasuk burung, ikan, kelinci, anjing, babi, kambing dan mamalia lain, bahkan manusia. Parasit ini juga bisa terdapat pada daging setengah matang, telur setengah matang, buah-buahan atau sayuran yang tercemar tinja hewan peliharaan yang mengandung ookista toksoplasma, salah satu bentuk toksoplasma yang dapat menimbulkan infeksi.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian, sekitar 40 persen wanita hamil pengidap penyakit toksoplasma pada awal kehamilan, janin yang dilahirkan akan terinfeksi, dan 15 persen mengalami abortus atau kelahiran dini. Sebanyak 17 persen janin terinfeksi pada trimester pertama, 24 persen pada trimester kedua, dan 62 persen pada trimester ketiga. Hasil penelitian lain juga mengatakan bahwa 90 persen bayi yang terinfeksi dapat lahir dengan normal, walaupun 80-90 persen bayi tersebut dapat menderita gangguan penglihatan sampai buta setelah beberapa bulan atau beberapa tahun setelah lahir, dan 10 persen dapat mengalami gangguan pendengaran.

Toksoplasma pada bayi dapat menyebabkan kelainan pada saraf, mata, serta kelainan sistemik seperti pucat, kuning, demam, pembesaran hati dan limpa atau pendarahan. Gangguan fungsi saraf dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan psikomotor dalam bentuk retardasi mental (gangguan kecerdasan maupun keterlambatan perkembangan bicara), serta kejang dan kekakuan yang akhirnya menimbulkan keterlambatan perkembangan motorik. Infeksi pada bayi juga berpotensi menyebabkan cacat bawaan, terutama bila terjadi pada usia kehamilan awal sampai tiga bulan. Toksoplasma juga dapat menyebabkan encephalus (tidak memiliki tulang tengkorak), hydrocephalus (pembesaran kepala), dan bahkan kematian.

Toksoplasma bisa diobati. Dengan pemeriksaan dan pengobatan secara dini, penularan pada bayi akan bisa ditekan seminimal mungkin. Selain itu, pengobatan sejak dini yang tepat saat awal kehamilan akan menurunkan secara signifikan kemungkinan janin terinfeksi. Segera temui dokter untuk mendapatkan Spiramycin atau pyrimethamine plus sulfadiazine. 80 – 90 % orang normal tidak menunjukkan gejala. Hanya 10-20 persen yang dapat menunjukkan gejala. Pada orang dewasa toksoplasma biasanya menimbulkan gejala berupa:
·         Rasa lelah
·         Flu
·         Nyeri kepala
·         Sakit tenggorokan
·         Demam
·         Pembesaran kelenjar getah bening termasuk hati serta limpa
·         Gangguan pada kulit
Gejalanya biasanya ringan dan sembuh sendiri dalam beberapa bulan. Kebanyakan orang akan menganggap bahwa dia terkena flu ringan dan tidak perlu pergi ke dokter. Bagaimana untuk mengetahui apakah kita mengidap toksoplasma atau tidak? Salah satunya dengan melakukan tes laboratorium yang disebut TORCH. Yaitu pemeriksaan melalui 4 jenis tes, parasit TOxoplasma, virus Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan virus Herpes. Masing-masing ada tes IgM dan IgG nya.

Anda dapat mencegah penyebaran toksoplasma dengan melakukan di bawah ini:
·         Orang yang bukan perempuan hamil atau yang bermasalah dengan kekebalan tubuh sebaiknya membersihkan kandang hewan setiap hari. Membersihkan setiap hari sangat penting karena tinja kucing yang terinfeksi bisa menularkan setelah 36-48 jam.
·         Gunakan sarung tangan karet atau sekali pakai saat memberishkan kandang. Setelah itu cuci tangan secara merata menggunakan sabun.
·         Sebaiknya sediakan makanan kucing dalam bentuk kering, kaleng, atau yang dimasak secara merata. Jaga agar mereka tidak mencari mangsa sendiri.
·         Jangan makan daging mentah atau daging yang kurang matang atau susu yang tidak dipasteurisasi. Masak daging secara matang dan merata. Cuci tangan Anda dan peralatan lainnya yang kontak dengan daging merah, seperti papan pemotong, pisau, dan bak pencuci.
·         Cuci buah dan sayur terutama yang ditanam sendiri dengan sabun pencuci piring, bilas hingga bersih.

Senin, 18 April 2016

Infeksi Torch pada Ibu Hamil


TORCH merupakan akronim dari beberapa infeksi jenis penyakit bawaan yang akan berbahaya untuk janin bila diderita oleh ibu hamil, penyakit-penyakit ini dengan mudah akan menginfeksi janin dalam kandungan seorang ibu yang sedang hamil. Penyakit yang merupakan bagian dari TORCH terdiri atas virus dan juga beberapa bakteri. Berikut informasi lebih lanjut tentang infeksi Torch pada Ibu hamil:
·         Toxoplasma

Toxoplasma berasal dari parasite Toxoplasma Gondii, biasanya berasal dari kucing, anjing, burung dan hewan peliharaan lain yang berbulu. Gejala Toxoplasma mirip dengan influenza, Ibu hamil terlihat kelelahan, demam dan bahkan tidak terlihat gejala yang berarti. Untuk itu diperlukan tes laboratorium di awal atau pertengahan masa kehamilan. Toxoplasma sangat berbahaya bagi janin karena bisa menimbulkan kecacatan pada janin, bayi lahir dalam keadaan meninggal atau terjadi keguguran.
·         Rubella

Penyakit ini berasal dari virus Rubella, penyakit ini sama bahayanya dengan Toxoplasma yakni bisa menyebabkan kematian pada janin, keguguran dan kelainan pada janin jika janin tersebut sudah lahir. Gejala yang terlihat dari Ibu hamil yang terkena virus Rubella adalah timbul ruam pada kulit, demam, pembesaran kelenjar getah bening.
·         Citomegalovirus

Ibu hamil yang terserang virus ini juga bisa membahayakan janin karena berakibat pada janin setelah dilahirkan, misalnya pembesaran hati, penyakit kuning, ketulian dan lain-lain. Meski tidak selalu tertular, namun alangkah baiknya jika Anda melakukan cek laboratorium di masa kehamilan.

Infeksi Torch pada Ibu hamil terjadi akibat pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Misalnya, makan daging setengah matang atau masih mentah, makan makanan yang sudah terkontaminasi dengan binatang peliharaan seperti kucing, anjing, burung dan hewan berbulu lainnya. Sayuran dan bahan makanan lain yang tidak dicuci dengan bersih. Infeksi Torch pada Ibu hamil bisa dicegah dengan cara menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat, pemeriksaan laboratorium merupakan cara yang paling tepat untuk mendiagnosa apakah Anda terserang Torch atau tidak. Infeksi Torch ini tidak bisa dianggap biasa karena dapat berakibat fatal bagi janin seperti abortus, kelainan pada janin dan kematian janin. 

Toksoplasma pada Ibu Hamil


Toksoplasma Pada Kehamilan. Salah satu bahaya yang mengancam kehamilan adalah toksoplasma. Toksoplasma sering kita dengar sebagai penyakit yang cukup terkenal menyerang ibu hamil namun tidak semua mengenal dengan baik apa itu toksoplasma dan apa penyebabnya. Untuk meminimalkan resiko terserang toksoplasma semasa hamil sebaiknya memang harus mengenal jenis penyakit ini. Toksoplasma ada dimana-mana dan dapat menyerang siapa saja. Serangan toksoplasma pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran pada janin hingga janin lahir cacad. Serangan toksoplasma pada pasien TBC atau HIV/AIDS dapat berakibat fatal. Toksoplasma adalah penyakit yang diakibatkan oleh parasit Toksoplasma Gondii yang dapat ditularkan lewat beberapa media seperti lewat binatang peliharaan, serangga, makanan setengah matang (sate, telur setengah matang ), buah-buahan dan sayuran yang tercemar oosit toksoplasma.

Toksoplasma dalam bentuk tachizoit terdapat dalam cairan tubuh seperti darah, air liur, dan cairan sperma, yang mampu ditularkan oleh serangga lewat gigitan. Tachizoit juga bisa bersarang di calon telur atau kelenjar susu sehingga tidak menutup kemungkinan telur dan air susu juga bisa tertular toksoplasma. Penularan juga bisa terjadi lewat transfusi darah atau transplantasi organ yang membawa kista toksoplasma. Cangkok jantung, ginjal, dan hati bisa menjadi penyebab penularan toksoplasma. Pada dasarnya manusia kebal terhadap infeksi toksoplasma. Walaupun terinfeksi tidak menimbulkan gejala penyakit jika tubuh dalam kondisi kekebalan tubuh bagus. Tetapi bila kondisi kekebalan tubuh menurun maka parasit toksoplasma akan menimbulkan gejala penyakit. Kekebalan tubuh akan menurun jika kita dalam keadaan stress, kekurangan gizi, kelelahan, dll.

Lalu apa itu toksoplasma? Sebahaya apa toksoplasma? Bagaimana mengenali toksoplasma sebenarnya merupakan parasit. Parasit tersebut tidak menyerang manusia tetapi hidup menumpang pada beberapa hewan seperti kucing, anjing, kambing, dan lain-lain. Seorang manusia dapat terinfeksi oleh parasit toksoplasma jika berjalan tanpa alas kaki. Selain itu, parasit bisa masuk ke tubuh manusia jika Anda memakan daging yang kurang sempurna kematangannya. Sayur-sayuran dan buah-buahan mentah yang tidak dicuci juga bisa berbahaya dan mengandung parasit toksoplasma. Namun, kebanyakan toksoplasma pada ibu hamil karena hewan peliharaan yang dimiliki salah satunya kucing. Hewan lembut dan menggemaskan itu merupakan salah satu binatang yang paling diminati oleh kaum perempuan dan selalu ada di setiap rumah penggemarnya, bahkan bisa lebih dari satu kucing. Perawatan yang berlebihan pada kucing seperti misalnya tidur bersama kucing dan menciuminya membuat masalah bagi ibu hamil.

Lalu bagaimana Anda mengetahui parasit toksoplasma sudah bersarang di tubuh? Ada beberapa gejala umum yang timbul saat parasit toksoplasma menyerang tubuh yaitu badan menjadi demam. Sebetulnya demam ini bisa menjadi gejala beberapa penyakit lain, namun gejala lain yang menyertainya adalah kepala yang sakit dan badan yang terasa lemah. Gejala lainnya adalah adanya pembengkakan getah bening. Gejala-gejala lain yang membuat lebih berbahaya adalah ketika penglihatan menjadi terganggu, tubuh gemetar, bahkan bisa terjadi kejang-kejang. Anda tetap harus melakukan pemeriksaan pada dokter. Anda dapat mendeteksi parasit ini melalui pemeriksaan darah dengan analisa yang tepat. Hal tersebut sebaiknya dilakukan karena orang yang terinfeksi parasit toksoplasma belum tentu mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas. Hal itu karena bisa jadi parasit toksoplasma ada di tubuh akan tetapi tidak aktif karena daya tahan tubuh yang kuat. Saat daya tahan tubuh melemah, parasit toksoplasma akan aktif dan membahayakan tubuh manusia.

Parasit tokspolasma ini sangat berbahaya, bukan hanya bagi ibu yang hamil melainkan pada bayi yang dikandungnya. Parasit toksoplasma yang menyerang ibu hamil dapat membuat kelainan pada janin. Kelainan tersebut bisa berupa bayi yang kuning, pendarahan, kelainan saraf mata, serta gangguan fungsi saraf. Mengerikan sekali bukan? Karena itulah sebaiknya mulai dari sekarang, pahami dengan baik berbagai penyakit yang bisa menyerang ibu hamil, termasuk salah satunya toksoplasma dan tentu saja lebih baik menghindari penyakit dibandingkan mengobati. Pemahaman yang baik pada setiap penyakit akan membantu para wanita hamil untuk lebih berhati-hati menjaga kesehatan selama proses kehamilan. Ibu yang sehat akan menularkan kondisi yang sehat pada janin yang dikandung. Ibu yang sehat bisa dimulai dengan melakukan pola hidup sehat selama proses kehamilan hingga menuju kelahiran sang buah hati.